Penulis: adminunupwt

 

SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL PADA PRODI ILMU HUKUM UNU PURWOKERTO (74 TAHUN INDONESIA MAJU)

Semangat 45 tak pernah padam dan selalu menoreh sanubari rakyat Indonesia. Kobaran semangat turun temurun mewaris dari darah para pejuang kepada generasi muda. Semangat berjuang itu mengakar luas salah satunya pada Teguh Priyono, mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Anak yang terlahir kembar ini tumbuh dewasa dengan mengembangkan minat dan bakatnya pada ilmu bela diri.

Menekuni ilmu bela diri pencak silat terus diasah dan dikembangkan sehingga tercapailah deretan prestasi. Prestasi yang pernah diraihnya adalah menjadi Juara 1 kejuaraan pencak silat terbuka antar pelajar SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Dewasa PPS Paku Bumi Cup IV 2018 se-Nasional, Asia dan Eropa PIALA BERGILIR Mayjen TNI (Purn) DR. (HC). H. Eddie M. Nalapraya, Juara 2 Tanding Dewasa Putra kejuaraan pencak silat terbuka antar pelajar SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Dewasa PPS Paku Bumi Cup V 2018 se-Nasional, Asia dan Eropa PIALA BERGILIR Mayjen TNI (Purn) DR. (HC). H. Eddie M. Nalapraya dan kejuaran yang baru diraihnya pada tanggal 2 – Agustus 2019 adalah menjadi Juara 2 kategori tanding kelas B putra (dewasa) dalam kejuaraan internasional pencak silat Pandu Samudra Championship 2 Terbuka.

Prestasi akan terus diukir dalam perjalanan hidupnya. Tidak hanya untuk diri sendiri ilmu yang telah diperolehnya. Menjadi pelatih pencak silat Pagar Nusa di SMK Ma’arif Paguyangan, di Desa Banjaranyar dan di  Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas ditekuninya dengan tujuan agar pencak silat sebagai salah satu seni bela diri tradisional dikenal oleh generasi selanjutnya dan abadi. Generasi berkualitas akan tercetak dari Prodi Ilmu Hukum sesuai dengan visinya yaitu “Menjadi program studi yang unggul menghasilkan Sarjana Hukum berkualitas yang memiliki nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal serta berjiwa wirausaha dan wawasan global”.

BERSAMA KPK JELAJAH NEGERI BANGUN ANTIKORUPSI

BERSAMA KPK JELAJAH NEGERI BANGUN ANTIKORUPSI

Rabu, 24 Oktober 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menambah panjang jejak langkah untuk mensosialisasikan antikorupsi. Kali ini kegiatan tersebut diadakan di alun-alun Purwokerto berupa “Roadshow Bus KPK 2018”. Sebagai bentuk dukungan terhadap Pendidikan Anti Korupsi, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto ikut andil membentuk generasi antikorupsi.

Dalam acara ini mahasiswa dari Program Studi Ilmu Hukum dan Hukum Syariah UNU Purwokerto mengikuti acara dengan antusias dan semangat.

Acara yang dihadiri mahasiswa UNU, Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah Kabupaten Banyumas, para pelajar, dan masyarakat disekitar alun-alun Purwokerto adalah untuk mengenal lebih dekat KPK.

Dalam sambutannya, Koordinator Tim Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi KPK Republik Indonesia, Bapak Dani Rustandi (Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK) menyampaikan bahwa harapan atau mimpi dan cita-cita Indonesia yang bebas korupsi sangat membutuhkan dukungan dari semua lapisan aspek masyarakat. Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H sebagai Duta KPK, pada kesempatan ini memberikan tagline jujur, kompetensi dan berdaya. Diakhir acara dilakukan sesi foto bersama dan melihat perangkat kerja dalam satu wadah di bus KPK. (Redaksi HIMA Ilmu Hukum UNU Purwokerto)

FUTSAL JADI PILIHAN UNTUK KEGIATAN DILUAR AKADEMIK MAHASISWA

FUTSAL JADI PILIHAN UNTUK KEGIATAN DILUAR AKADEMIK MAHASISWA

Program studi (Prodi) Hukum dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) menyempatkan waktu untuk bermain futsal selepas Ujian Akhir Semester (UAS) tahun 2018. Banyaknya kegiatan yang dilakukan seorang mahasiswa menjadikannya seorang yang tak hanya unggul dalam prestasi akademik, namun juga menyeimbangkan bakat diluar akademik. Setiap kegiatan baik itu yang berkaitan dengan akademik maupun non akademik akan membentuk karakter atau pribadi mahasiswa yang lebih unggul.

Salah satu kegiatan positif diluar akademik yang dipilih oleh mahasiswa Prodi Hukum dan PBI adalah dengan bermain futsal bersama. Selain sebagai hiburan atau refreshing, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi kedua prodi tersebut. Tanpa mempersoalkan siapa yang menang atau kalah, semua bermain dengan gembira. Sebenarnya kegiatan positif seperti ini sudah beberapa kali dilakukan, bahkan oleh prodi lain.

Harapan buat kedepannya kegiatan positif ini akan lebih besar dan dapat dipartisipasi oleh semua prodi di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto maupun dari Perguruan Tinggi yang lain. Sebagai suatu ajang positif yang perlu dibudayakan. (Redaksi HIMA Hukum UNU Purwokerto) – Senin, 30 Juli 2018

PERAN AKTIF MAHASISWA UNU PURWOKERTO DALAM PILKADA

PERAN AKTIF MAHASISWA UNU PURWOKERTO DALAM PILKADA

Pemilihan umum merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat, sebagai wadah penampung hak suara dari warga negara Indonesia, baik itu untuk dipilih maupun memilih wakil rakyat. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) Pasal 43 yang menyatakan, “Setiap warga mendapatkan hak dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil seusai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Beberapa pekan yang lalu tepatnya hari Rabu, tanggal 27 Juni 2018 pesta demokrasi berlangsung serentak di 171 daerah di Indonesia. Beberapa daerah mengadakan pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk memilih seorang Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan adapula sekaligus yang bertepatan dalam pemilihan umum untuk Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Tanggal 27 Juni 2018 dijadikan libur nasional sebagaimana salah satu peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu Keputusan Presiden Indonesia (Keppres) Nomor 48 Tahun 2018 tantang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai Hari Libur Nasional.

Pesta demokrasi pilkada ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum (Podi Hukum) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto sebagai bentuk pembelajaran ilmu politik dan juga berperan aktif dalam menggunakan hak suaranya. Peran aktif mahasiswa Prodi Hukum UNU Purwokerto tersebut tak hanya sampai disitu saja, beberapa mahasiswa bahkan juga menjadi panitia dalam pilkada di daerah tempat tinggalnya masing-masing, seperti halnya dilakukan oleh Muhammad Muhajirin dan Ibnu Sasi Amri.

Muhajirin (foto kiri) bertugas sebagai Pengawas Pilkada Desa Klapagading atau Pengawas Pemilihan Lapang (PPL) di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 di Kecamatan Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen. Seorang PPL bertugas untuk mengawasi tahapan pilkada dan berkoordinasi dengan Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS). Menurut informasi dari Muhajirin bahwa tingkat partisipasi masyarakat di daerahnya dalam mengikuti pilkada ± 80%.

Sedangkan Ibnu Sasi (foto kanan) bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dibagian pendaftaran di Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari pada Dapil 002. KPPS bertugas memeriksa tanda tinta di jari pemilih, memeriksa kesesuaian nama pemilih dalam formulir model C6 dengan nama di SDPT, model A5 dengan pemilih dalam DPPh dengan KTP Elektronik/Surat Keterangan, memberikan tanda pada kolom nomor urut dalam DPT, meminta kepada petugas ketertiban TPS agar mengarahkan pemilih untuk memastikan namanya tercantum dalam daftar pemilih, memeriksa kesesuaian antara form model A5-KWK dengan KTP Elektronik/Surat Keterangan bagi pemilih DPPh yang tidak sempat melapor ke PPS, mencatat identitas pemilih non DPT ke dalam form model A.Tb-KWK sesuai KTP Elektronik/Surat Keterangannya dan memastikan yang bersangkutan tidak terdapat dalam DPT/DPPh. Ibnu Sasi juga memberikan informasi bahwa keaktifan masyarakat dalam pilkada ini mencapai 70% karena dari DPT 572 yang hadir sekitar 372.

Di dalam form C6-KWK juga terdapat keterangan terkait tata cara pemberian suara “ Coblos pada nomor urut atau foto atau nama calon”, selain itu juga terdapat peringan bahwa “Setiap orang dengan sengaja mengakui dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilihnya, atau memberikan suaranya lebih dari 1 kali, dipidana dengan pidana sesuai Pasal 178A dan pasal 178B Undang-Undang 10 Tahun 2016”. Dan terdapat catatan bahwa pemilih wajib, membawa dan menunjukan KTP Elektronik atau Surat Keterangan Disdukcapil kepada Petugas KPPS pada saat hadir di TPS, pemilih penyandang disabilitas diberikan kemudahan dalam memberikan suara. Form C6-KWK bentuknya seperti dibawah ini :

Peran aktif mahasiwa ini memberikan arti bahwa sebagai bentuk pengabdian di masyarakat dan selain itu sebagai warga negara Indonesia yang baik yaitu dengan menggunakan hak suaranya untuk memilih wakil rakyat yang akan menyuarakan kepentingan rakyat diatas kepentingan yang lain, baik itu dengan tenaga dan pikirannya untuk menciptakan kemakmuran bersama. (Redaksi HIMA Hukum UNU Purwokerto)

HEBAT ! MAHASISWA PRODI HUKUM BISA MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI SEKALIGUS MENJADI WIRAUSAHAWAN

Hebat !  Mahasiswa  prodi hukum bisa menjadi mahasiswa berprestasi sekaligus  menjadi wirausahawan

Program Studi Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto dalam mewujudkan visinya mengedepankan professionalism, nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang bertujuan menciptakan mahasiswa yang ahli hukum baik itu teori dan praktek, namun juga memiliki semangat untuk  berwirausaha.

Semangat enterpreneur ini salah satunya dimiliki oleh mahasiswa Prodi Hukum UNU Purwokerto yang bernama Roro Fitriani. Mahasiswi yang berparas manis ini, menjadi salah satu mahasiswi yang memiliki Indek Prestasi (IP) tinggi dengan score 3,57. Tak hanya berprestasi dibidang akademik, dia juga memiliki sebuah usaha keluarga mie ayam dan bakso yang terkenal dengan sebutan “Mie Ayam dan Bakso Raosin”.

Usaha mie ayam dan bakso yang telah dirintis sejak tahun 2000 hingga saat ini sudah memiliki 3 cabang di daerah Kebarongan, Wijahan dan Tipar yang semuanya berada di wilayah kabupaten Banyumas, bahkan akan segera membuka cabang yang ke 4. Mahasiswi berumur 19 tahun ini, cerdas dalam membagi dan memanfaatkan waktu untuk belajar dan sekaligus tetap membantu usaha keluarganya.

Unggul dalam prestasi takkan cukup menjadi bekal menciptakan intelektual yg handal, tanpa memiliki kecerdasan spiritual dan memiliki jiwa berwirausaha.

(Redaksi HIMA Hukum UNU Purwokerto)